Malam terakhir Ramadhan tahun ini, malam ke 30. Masjid Al Falah masih menyisakan 4 shof jama’ah sholat tarawih. Ini merupakan satu prestasi tersendiri suatu bentuk keistiqomahan. 4 shof di masjid Al Falah bukanlah sedikit jumlahnya. Jika saya perkirakan dimensi panjang ruang utama masjid adalah kurang lebih 45 meter, sedangkan jarak yang diperlukan seorang jamaah berdiri sekitar 0.5 meter, maka malam itu masih ada sekitar 360 orang jama’ah putra melaksanakan sholat tarawih disana. Belum lagi jama’ah putrinya yang masih saja meluber hingga ke serambi bagian timur. Subhanalloh.
Ada hal menarik yang berhasil saya dapatkan dari obrolan saya dengan salah seorang jama’ah di sana. Melihat keaktifan beliau dalam sholat berjama’ah dan ternyata rumah tempat beliau tinggal juga lumayan jauh dari masjid (beliau mengendarai motor untuk pergi ke masjid), saya berinisiatif untuk menanyakan motifasi apa yang membuat beliau cukup istiqomah ke masjid.
Dari pangakuan beliau, kenapa semangat beliau tetap terjaga hingga malam terakhir adalah karena beliau senang dengan pengaturan shof di sana. Shof baru, dimulai dari tengah (jarak terdekat dengan imam) kemudian menyamping ke kanan dan kekiri. Shof baru, tidak akan dibentuk sepanjang shof terakhir belum benar-benar penuh. Aturan ini benar-benar diterapkan di sana. Walhasil, pengaturan shof disana benar-benar tertib. Kita tidak akan menjumpai shof yang “bogang" sebagaimana banyak ditemukan di masjid-masjid selama ini. Memang benar sekali apa yang dikatakan nabi bahwa “Lurus dan rapatnya shof adalah bagian dari tegaknya/keutamaan sholat”. Shof yang rapi membawa suasana hati semakin khusyu’ syahdu dalam moment-moment penghambaan ini.
Masjid Al Falah menerapkan satu kunci sukses dalam hal ini. PETUGAS PENGATUR SHOF atau istilah gaulnya SHOF OFFICER. Kecenderungan jama’ah untuk berlaku tidak menurut aturan, baik itu atas alasan ketidak tahuan ataupun kemalasan menjadi satu pertimbangan ta’mir untuk membentuk shof officer ini. Tidak jarang jama'ah berpandangan bahwa shof yang rapat akan menghalangi kekhusyukan sholat, dan ini perlu diluruskan. Kekhusyukan sholat diperoleh karena berlatih, dan shof yang paling benar bukan menuruti apa yang kita pikirkan, tetapi merujuk pada apa yang dicontohkan nabi. Ketika kita berjama'ah, tidak bisa dipungkiri pasti ada semangat-semangat individu yang mesti dikorbankan. Oleh karena itu sempatkanlah anda sholat berjamaah di sana, lebih terutama sholat-sholat jahr, dan bersiap-siaplah merelakan hati berjalan agak panjang untuk mengisi shof-shof kosong jika tidak mau berurusan dengan para shof officer ini. Mereka tidak akan segan menggeser atau mendorong anda jika anda kurang rapat dalam membentuk shof. Agak terasa aneh pada awalnya (bagi yang belum terbiasa) namun insya Alloh setelah kita menyadari betapa penting bentukan shof saat kita sholat berjama'ah, akan muncul kepuasan menjalankan sunnah nabi tercinta. Dan pada akhirnya tidak mustahil akan lahir motifasi seperti yang dialami bapak jama'ah di atas. Sukses buat para shof officer
Kamis, 02 Oktober 2008
Shof Officer
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar